Artis Terkenal Yang Pernah Menjadi TKI Dan PRT

Beberapa artis terkenal saat ini ternyata dulunya pernah bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan pembantu rumah tangga (PRT). Sebut saja artis cantik Cinta Penelope yang pernah menjadi pembantu rumah tangga bahkan gajinya pernah tidak dibayar selama beberapa bulan. Ada juga Duo Sabun Colek dan Zul 'Zivilia' yang pernah menjadi TKI di luar negeri. Nasib baik menghampiri mereka hingga mereka bisa menjadi artis terkenal dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Bagaimana kisah-kisah para artis terkenal yang dulunya pernah menjadi TKI dan pembantu rumah tangga?

1. Cinta Penelope

Pemilik nama asli Princess Cinta Penelope ini memang tidak pernah mencicipi rasanya menjadi TKI. Namun, wanita kelahiran 15 April 1984 ini pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama hampir dua tahun. Wanita yang terkenal sejak merilis single 'Keong Racun' itu tak malu mengakui masa lalunya sebagai pembantu rumah tangga. Cinta bahkan juga sempat mendapat pengalaman tak enak selama bekerja menjadi pembantu. Perempuan bertato itu pernah tak digaji selama beberapa bulan. Beruntung, nasib Cinta berubah berkat ketekunannya. Kini, wanita yang pernah tergabung menjadi personel Duo Putri Penelope itu bisa menghasilkan banyak uang berkat kemampuannya bernyanyi. Tak hanya tenar di dunia tarik suara, Cinta Penelope juga kerap menerima tawaran akting. Terakhir, ia menunjukkan kebolehannya berakting dengan membintangi sebuah film.
2. Zulkifli alias Zul Zivilia

Saat dirilis tahun 2009, lagu 'Aishiteru' langsung meledak di pasaran. Lagu milik band Zivilia ini begitu populer di kalangan tua dan muda, bahkan anak-anak. Di balik liriknya yang romantis, ternyata lagu tersebut menyimpan kisah sedih seorang TKI yang mengadu nasib di Jepang. TKI tesebut tak lain adalah vokalis band Zivilia, Zulkifli atau akrab disapa Zul. Lagu berisi ungkapan kegundahannya hidup jauh dari istri tercinta. Pria asal Kendari ini pertama kali menginjakkan kaki di Negeri Sakura pada tahun 2003. Saat itu ia mendapatkan program pelatihan TKI. Selama enam tahun, Zul bekerja sebagai buruh pabrik baja. Setelah lulus SMA, Zul memang sempat mencicipi bangku kuliah di Sulawesi. Ketika itu, ia mengambil jurusan musik. Namun, keinginan Zul menjadi sarjana seni musik pupus lantaran faktor biaya. Motivasi menjadi TKI tumbuh saat pria kelahiran 19 Agustus 1981 itu melihat kesuksesan salah seorang teman satu kampungnya. Teman Zul yang tidak disebutkan namanya tersebut mampu membangun rumah dan memberangkatkan orangtuanya naik haji. Zul pun tergiur. Ia lantas bergabung ke Balai Latihan Kerja (BLK). Dari sanalah, Zul akhirnya mendapat kesempatan bekerja sebagai TKI di Jepang. Tiga tahun bekerja, Zul merasa belum pantas pulang. Gaji tinggi belum juga diraih. Ia malu kembali ke Tanah Air.

Keputusan nekat dibuat. Zul jadi TKI ilegal selama tiga tahun. Beruntung, ia punya kelebihan. Dengan suara mumpuni dan piawai menciptakan lagu, Zul laris jadi pengisi acara di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang. Kesempatan emas muncul saat Zul didapuk sebagai penyanyi pembuka dalam konser band Naff di KBRI. Lagu 'Aishiteru' yang dibawakan Zul membuat mantan vokalis Naff, Ady kepincut. Ady meyakinkan Zul bahwa lagu 'Aishiteru' bisa jadi hits di Indonesia. Ia pun meminta Zul datang ke studio musiknya di Bandung. Sempat ragu, namun Zul akhirnya mantap pulang ke Indonesia pada tahun 2007. Ia langsung menuju Bandung untuk bertemu dengan Ady. Bersama dengan Idham, Zul membentuk band bernama Zipfhilia. Keduanya membuat demo pertama kali di Bandung. Setelah itu mereka memperbaharui demo rekaman di Yogyakarta dan merekam satu album di bawah naungan label lokal di Kendari. Sesuai dugaan Ady, lagu 'Aishiteru' akhirnya sukses besar. Zipfhilia kemudian diajak bergabung bersama label Nagaswara. Nama Zipfhilia pun berganti menjadi Zivilia.


Category Article