Jokowi Capres Pro Dan Kontra

Nama Jokowi yang sempat disebutkan memiliki elektabilitas paling tinggi diantara para tokoh nasional lainnya menjadi semakin moncer terdengar semenjak dirinya menyetujui pencapresan dirinya oleh PDIP. Kala itu Jokowi yang sedang melakukan blusukan, menyempatkan diri untuk melakukan konferensi pers bahwa dirinya akan maju menjadi capres. Sontak hal tersebut menggembirakan banyak pihak yang memang menginginkan perubahan Indonesia kearah yang lebih baik. Jokowi seakan mewakili sosok pemimpin muda yang bersih dan mampu memberikan harapan bagi bangsa Indonesia yang terus dijejali dengan banyak masalah yang seakan tak pernah berhenti.
Disisi lain, para lawan politik Jokowi, dan PDIP pada umumnya menyiapkan strategi khusus untuk meredam nama mantan Walikota Solo tersebut yang semakin meroket. Banyak yang meragukan kemampuan pria berumur 52 tahun tersebut karena menganggap ada tugas yang belum terselesaikan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mereka yang kontra dengan Jokowi menyiapkan beberapa skenario mulai dari membuat demo bayaran hingga mengangkat isu sentral seputar kinerja Jokowi. Bahkan ada seorang tokoh yang menganggap Jokowi hanyalah capres boneka yang dipersiapkan oleh Megawati Soekarno Putri.

Selain yang kontra, namun yang pro juga tak kalah banyak jumlahnya. Mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie dalam sebuah wawancara di Mata Najwa bahkan merekomendasikan Jokowi sebagai pemimpin Indonesia berikutnya. Menurut Habibie, Jokowi adalah sebuah produk penerus yang bisa bekerjasama dengan tokoh lainnya. Sedangkan jika disinggung oleh wartawan mengenai kesiapannya untuk memimpin Indonesia, Jokowi hanya mau diwawancarai didepan Balai Kota. Di lain itu, ia lebih suka ditanya seputar Jakarta dan permsalahannya. PDIP juga sedang menyiapkan sosok yang pantas menjadi pendamping Jokowi sebagai cawapres. Kriteria tersebut sedang digodok ditubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Jadi kita tunggu saja kiprah Jokowi selanjuntnya pada pilpres mendatang.


Category Article